Saturday, August 27, 2011

GALTECH (gagal technologi)

Beberapa pekan lalu saya dihadapkan pada pesanan untuk mengisi sebuah dauroh profesi atau tepatnya pembekalan para mahasiswa  untuk menghadapi kehidupan pasca kampus. Dan setelah sinkronisasi jadwal dengan jadwal kerja, ternyata bertepatan waktu kerja shift 3 saya. jadi kondisinya habis pulang kerja jam 8 dari Cikarang harus langsung berangkat ke Salemba tanpa sempat untuk mampir ke rumah dulu, sebab jadwl mengisi jam 10. Perjalanan dari Cikarang ke Salemba diperkirakan 2 jam perjalanan, dan pulang balik berarti 4 jam, sedangkn mengisi materi hanya 1,5jam.fiuuhh....semakin besar saja tantangan menyebarkan kebaikan ini.

Sesampainya ditempat dauroh, alhamdulillah acara sudah dimulai, tapi kok pada diam?tak ada aktifitas apapun selain menunggu dlm diam.entah saya yang telat atau memang ada pengunduran waktu acara.

Konfirmasi pnya konfirmasi ternyata acara diundur karena selain menunggu saya dan juga proyektor OHP yg masih dlm perjalanan yang dibawa akh Harry. tetapi sekali lagi kenapa acara harus berhenti menunggu?.

Memang beberapa hari waktu sebelumnya panitia meminta saya untuk dibuatkan slide power point agar dikirim via email yang nantinya akan fotocopy diperbanyak sebagai pegangan materi dikarnakan belum ada kepastian mendapatka proyektor. Hal itu saya sanggupi, tetapi dikirim malamnya sebab permintaannya dadakan. tetapi menjelang larut malam ada konfirmasi kembali bahwa tak usah kirim via email karna panitia menyanggupi penggunaan OHP.

Waktu semakin siang, semakin siang berarti rasa kantuk saya mulai menjadi yang seharusnya memang jadwal jam tidur saya sepulang shift malam. saya pun meminta untuk dimulai langsung saja acaranya. sekali lagi kenapa harus menunggu?. Saya tak mampu menunggu dan langsung sj saya mulai tanpa alat bantu tersebut, walaupun nyatanya slide materi yang saya buat malam tadi terlihat sia-sia. saya tak sanggup menunggu karna masalah dawah ini harus segra disharring dan agar waktu diskusi problem jd lebih agak panjang durasinya. itu lebih penting dari sekedar menunggu?

Masalah inilah yg sering terjadi melanda aktifitas pembinaan kita hari ini. Semakin berkembang teknologi tetapi berkembang pula sifat ketergantungan kita terhadap teknologi. Padahal teknologi hanya membantu kita dalam beraktifitas bukn faktor utama suksesnya kegiatan (presentasi) kita. Yang terhinggapi ini kerap lebih mengandalkan otak memory card atau flash disc dari pada otak tarbiyahnya, dimana materi tarbiyah/pembinaan bukan menjadi kepahaman karna pengalaman amal tapi hapalan mati saja. tanpa file atau alat bantu presentasi maka batal presentasi, materi tarbiyah layaknya hanya seperti file diktat kuliah sains saja. itu masih lebih baik, lebih parahnya hapalpun tidak. Yang ada hanya kekosongan ruhiyah bagai burung Beo yg mengucap salam tanpa tahu makna salam itu sendiri. yg tak disampaikan dengan hati maka tak sampailah pada muara hati.

ketergantungan bukan hanya itu saja, barang gadget yang kita miliki super canggih seperti hp BB, smartphone, tablet, laptop dan lainnya sungguh melemahkan dan memalaskan ruhiyah dan otak tarbiyah kita, walaupun tidak mengeneralkan hal itu. contoh lain kita lebih bnyak buka status FB atau tweeter dari pada sekedar buka mushaf. atau terlalu mengandalkan alat bantu presentasi OHP saat tausiyah atau presentasi dawah dari pada kondisi ruhiyah dan pemahaman kedalaman amal materi itu sendiri. sehingga kita hanya meninggalkan jejak - jejak file materi ke peserta yang hanya ada di flash disc/laptop mereka bukan jejak atau goresan makna dalam hati mereka.

Padahal zaman Rosulullah dulu tidak ada juga yang namanya alat bantu presentasi apalagi barang gadget yang kecanggihannya tidak dipertanyakan lagi. tetapi dwahnya mampu mengarungi dimensi alam ini. kenapa kita yang sudah dipermudah dengan teknologi bukannya malah semakin terjadi kemajuan pesat?pertanyaan besar yang harus dijawab menjadi bahan evaluasi setiap kita sebelum dan sesudah memberikan presentasi dawah. apakah itu menjadi sebuah ketergantungan utama atau sekedar membantu mempermudah aktifitas kita saja?wallahu'alam bishowab.

(izzatulgumam;autotausiyah ba'da ngisi150820110)




Tuesday, August 09, 2011

Selingkuh Kecil (Jangan nodai cinta dengan facebook anda)

Jangan sekali-kali bermain dengan api, teman! satu kompleks pasar pun bisa ludes terbakar, atau apalagi bercanda dikandang macan saat macan sedang tidur. Kaidah sederhana yang kadang kita suka lupakan, bahkan silent tanpa terdeteksi gejalanya, tahu-tahu saat gejalanya membesar sulit untuk dikendalikan.

Ada berita sederhana (okezone.com, 3 Mei 2011) baru-baru ini tentang korelasi marak dan meningkatnya perceraian dikota Bandung; Jawa Barat akibat kecanduan update status dan comment di Facebook. Itu yang terlihat dengan indikator yang sangat jelas, bagaimana dengan perzinahan lain yang 'terselubung' (zinah mata dan hati) didunia maya? pasti lebih dasyat dan bervariasi dari itu.

Mungkin berawal dari update status hingga saling mengomentari status yang secara sengaja atau tidak disengaja tergelincir penggunaan kata - kata mesra atau menggoda. Atau yang sadar atau tidak membuka profile/foto teman lawan jenis yang menimbulkan syahwat atau kenangan hati tertentu (CLBK). Aktivitas inilah yang akhirnya memicu kecemburan pasangan dan berujung pada ketidak harmonisan keluarga hingga munculah perceraian. Inilah selingkuh kecil versi era millenium-modernisasi-globalis​asi dunia maya yang berefek sangat besar.

Ternyata keadaan ini sangat sinkron dengan keresahan ulama mesir mantan komite fatwa Al Azhar; Syaikh Abdul Hamid Al-Atrash (03/02/2010) yang pada akhirnya memberikan statemant mengharamkan jejaring sosial tersebut dengan alasan syar'i meningkatnya angka perceraian dan semakin tersebarnya perzinahan, walaupun pernyataan keresahannya itu ditunjukan bagi masyarakat Islam dengan spesifitas yang tinggi, pada satu tahun yang lalu. Tapi sangat memungkinkan terjadi pada masyarakat umum, dan terbukti sekarang.

Yang sudah berstatus saja akhirnya kemudian dapat tergelincir, apalagi yang belum berstatus alias masih single, teman!Sangatlah besar kemungkinan terperangkap fitnah ini.Sekali lagi,berbahaya sangat teman, jika tidak memahami ATURAN SYARIAH dan KEDEWASAAN dalam berinteraksi didunia maya maupun realita. Newbie (pengguna baru) atau facebookiyah (jama'ah facebook) pasti akan terkena dampak sydrom ini, hingga kedewasaan (bijak) dan kesadaran akan aturan interaksi itu harus timbul dengan perjalanan waktu dan hikmah.

Hal ini juga yang menjadi keresehan dan keyakinan saya untuk berhenti menggunakan facebook pada kondisi status tersebut (single) saat itu, walaupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai referensi itjihad saat itu membolehkan (tidak mengharam) dengan beberapa persyaratan tentunya.

Sarana media itu bagaikan senjata pistol "The man behind the gun" (moga bener nih idiom bahasanya para holigan..hehehe,maklum dah), tergantung siapa dan untuk apa digunakannya. . Pertanyaannya, bagaimana dengan jejaring sosial milik muslim, seperti pencerahanhati.com atau salamsalim.com dan lain -lainnya?bisa sama saja,juga bisa berbeda hasilnya, tetapi diharapkan kontrol sosialnya lebih baik, karna lebih banyak orang baik, dan misi untuk bergabung dalam jejaring sosial itu sudah cukup jelas untuk berbagi kebaikan.

Saatnya mengembalikan sarana (facebook,salimsalam, pencerahanhati.com dan lain...) apapun yang kita pakai pada esensi fungsinya dengan bijak. Dan saya rasa mereka-mereka juga para pendiri jejaring sosial tersebut pasti memiliki niat membuat itu untuk tujuan mulia, tujuan kebaikan bersama. janganlah menodai niat mulia-mulia mereka hingga kita juga dapat terhindar dari selingkuh - selingkuh kecil itu. Seperti saya (dengan status baru: triplo) yang akan coba kembali online di jejaring-jejaring sosial dan kembali aktif (menyeru) didunia maya dengan lebih bijak dan terjaga, Insya Allah. Bagaimana dengan (pendapat) anda?.

lihat tulisan2 lain di www.izzatulgumam.blogspot.com
(Tambun 25/05/2011)