Showing posts with label Gumam Makna. Show all posts
Showing posts with label Gumam Makna. Show all posts

Wednesday, January 07, 2009

LANGIT MASIH BIRU


Langit masih biru, sebirukah langit hati ku?
Langit kau harus biru, ditengah kesabaran dalam gejolak mendung yang hebat.
Langit masihkah biru, gumam?apakah juga sebiru langkah mu, sebiru cita-cita mu sekarang?.
Langit haruskah masih biru, tapi yakinkan aku cinta!seperti diatas langit ada langit lain yang lebih tinggi, seperti merasakan diatas kesabaran ada kesabaran lain yang berpacu pada syukur yang bertingkat. Bekasi 06012009

Friday, September 26, 2008

SEMANGAT ITU HUJAN CINTA


SEMANGAT ITU HUJAN CINTA
Hujan yang penuh cinta akhirnya ikhlas turun
Derasnya memanggil gairah, anginnya berteriak memberi.
Dan terus memberi.
Semoga cinta tahu, semoga merasa, semoga membara.
Tak ada padam, tak ada akhir, karna istiqomah tak pernah berakhir.
(Izz@m; Depok, Ramadhan 1429 H. 250908)

Monday, August 11, 2008

SYUKUR

Merintis lelah, mengemas bahagia

Sabarnya meminang senyum dalam luka

Kadang kecewa dalamnya romantika rasa

Apa tak secukupkah Allah saja tempat kecukupan dan pelindung terbaik abadimu?

Dimana istiqomah, tanya da’wah?

(Depok 190708 syukur sidang)

Thursday, May 01, 2008

UMPAT CEMAS

UMPAT CEMAS
Aku dan rasa seperti umpat – umpat cemasku
Mujahid bak gerilya – gerilya ku intifadah

Aku dan rasa seperti umpat – umpat cemas ku
Mujahid bak pengalaman pertama ku
Menembak tentara – tentara zionis itu

Aku dan rasa seperti umpat – umpat cemasku
Mujahid bak laju detik – detik akhir
Kesyahidan ledakkan diri ku

Umpat – umpat cemas ku
Mahluk yang tak berwujud tapi nyata
Dan selalu menyapa khaifahaluka taqwa?
(Izzatulgumam,131205 Onan Said Kost; Depok lail)

MATA PERJUANGAN


MATA PERJUANGAN
Pelangi mata pejuang
Bukan mata biasa..
Warna – warni corak abadi
Retina harapan – harapan masa

Hujan, musim semi mata pejuang
Bukan mata biasa..
Lebam..harga mahal
Sebuah hikmah perjuangan panjang
(Izzatulgumam 311205;Bekasi, my Room)

Friday, April 18, 2008

KISAH INI, SEJARAH KAMI


Kisah ini adalah sejarah kami
Sekeping hati, segenggam harapan, seberkas mimpi
Membelakangi isti’jal, memalingkan laghwi
Dan sebab fikrah bergandengan, memeluk hangat da’wah kini

Kisah ini adalah romantika kami
Khusyu mencoba menghantar bersama seikhlas senyum da’wah ini
Komitmen klasik filtrasi memilah ikhlas menjaga hati
Semoga tombak ikhlasnya tetap terasah, tetap tajam terjaga
Menusuk kerdil, membunuh sunyi dan sepi.
Dan tetaplah tunjuk satu bintang untuk cita diatas cahaya-Nya yang abadi.
(Izzatulgumam,Depok 180408)

Monday, January 28, 2008


REALISASIKAN!


Terbanglah hanya dengan sayapmu sendiri setingginya.


Berlayarlah hanya dengan berkembang semangat perahumu sejauhnya.


Tetapi dimulai berjalanlah hanya dengan jiwa yang menerangi,


cita - cita yang menyala dan Kaki – kaki yang kokoh, bergeraklah!!.


(Izzatulgumam; Depok pagi; Jan 08)


Tunjukkanlah!!.
“Tunjukkanlah aku dimana ketidak adilan, permasalahan da’wah yang tak pernah selesai oleh pemikiran dan langkah yang buram, tugas – tugas da’wah melihat dan memproyeksikan masa depan, cerita – cerita tentang ketauladanan, sebab hari – hari yang memberikanku pelangi – pelangi rasa dihati dan tentang menariknya cinta pada Rabb serta ciptaanNya, maka sampai menulislah aku dibawah pengaruh sadar hati yang cerdas tajam dari lintas fikiran yang membawa kita pada kebaikan kebenaran jalan yang harus dituju, karena menuliskanlah aku, sebab ada yang harus disampaikan, harus ada yang dilawan dan yang terpenting adalah harus ada yang berubah kemudian selanjutnya merubah”
(Izzatulgumam; 19 Januari 08)


Manakah?


Manakah dulu dari semangat atau kesabaran yang menghantarkanku ke syurga dan ridhoNya?.Semangatlah bahan bakar yang melesatkan lebih cepat mencapainya tapi jenak – jenak tertatih kesabaranpun berlatihlah, maka goda dunia jauhilah aku. Aku harus belajar, aku harus menyendiri.Wahai uzlah, lapar, diam, qiyamullail temanilah aku dalam kesendirian dan kesederhanaan hidup ini.(Izzatulgumam; 19 Januari 08

Wednesday, January 16, 2008











PUISI KOPI MALAM

Kopi malam ini sehitam agak pahit

dipotongan masa lampaumu, lupakanlah.

Sepahit itulah senikmatnya tetapipun kau tahu

hiruplah berniat dicangkir yang sama.

Duduk, renungkanlah dan temanilah rinduku…

Bekasi;Desember 07)


JALANI SAJA

Jalani saja, sebab mata angin, berhembus, melayang asal setia.

Jalani saja, sebab lembab dan kering matamu harapan masih perlu dipeluk.

Jalani saja, selama hujan masih deras dan mataharipun menggigit.

Ya jalani saja….apalagi.

(Depok; DeseMber 07)



PERHATIKAN AKU

Perhatikan aku sebelum jasad in beku.

Perhatikan aku sebelum lelahku membunuh

Perhatikan aku sebab kau pasti bertemu mentari

Dan menemukan aku..

(Depok; Desember 07)


DIMENSI

DImensi titik muara peradan dimulailah

Bila ia ingin memulai bangunkanlah,

Walau tidurpun lelap dan mimpinya nikmat.

Bermesra ujian selalukan mekar harapan

Bangunkalh dan bisikkan “aku hanya mencintaimu karena Allah dan rosulnya”.

(Depok; Desember 07)

JIKA

Jika kau jangkar tambat hati, aku rumahmu adalah surga

Jika kau dermaga pelayaran jiwa, ku ceritamu keluarga lukman

Dan kuharapmu keluarga imran.

Dan jika kau yang berhak melahirkan matahari dan jundi – jindiku kelak,

Separuh nafasku milikmu selalu..tanpa titik lelah ditiap halaman

Cita – cinta buku kehidupan ini.

(Depok; Desember 07)


APA ADANYA RASA

Apa adanya rasa tapi adanya apa ketika cinta jangan berlebih.

Tidak meruah jangan membanjiri

Tidak kemarau jangan paceklik kurang bersyukur.

Apa adanya rasa tapi adanya apa cinta, saat harus menyurat kesabaran jiwa.

Jiwa panggilah jiwaku dengan kebesarannya

Saat bertanya – Tanya bertahan berharap

Layakkahku untuk dicinta?

(Depok; Desember 07).










Monday, January 07, 2008

SESULIT

Sulitnya menata hati layaknya kuliah jiwa yang tak pernah selesai.

Sulitnya mengendalikan rasa, serumit alunan ombak pasang yang tak pasti.

Bertahanlah hati semampunya, semampu itulah seharusnya.

Tapi rasa apakah kau juga ada disana?

(Izz@tulgumam,Bekasi; Januari 07)

DIA BUNGA


Dia adalah bunga. Bunga yang slalu indah dihalaman kesederhanaan dan kejujuran rumah kita.Janganlah pernah ditunggu –tunggu mekarnya, tapi ketahuilah saja musimnya, sebab semerbak harumnyapun lebih panjang dari semusimnya.Semusimnya pasti seharumnya, seharumnya yang lebih memaknai ditiap keberadaannya.Dia adalah bunga. Bunga hanya untukmu para mujahid Sang penggelora karya, penikmat lelah dan pecinta syuhada.Dia adalah bunga. Bunga bukan sembarang bunga, sembarang bukan sebab makna, maka janganlah memaksa atau malah sembarang memetiknya. (Izzatulgumam;My Room, Januari 08)