Monday, October 27, 2008

NASIHAT (gumam kembali)


Nasihat adalah cinta; lahir dari sinopsis rangkaian kata hati. Nasihat adalah buah kepatuhan dari amal sebelumnya yang kemudian melesat keluar, ia bisa seperti mentari yang terus menyinari sehingga timbul hujan, yang dulu hujan kemudian timbul pelangi dengan pesan indah warnanya. Nasihat adalah buah akhlaq tersendiri bagi pemiliknya. Nasihat adalah essensi kehidupan, makna hidupnya yang kuat essensi karena memberi. Nasihat itu adalah dimensi gagasan yang mulia, luas dan mendalam. Nasihat adalah pancaran kekuatan dari gejolak perubahan. Nasihat itu adalah pertumbuhan, harus tumbuh dan abadi dibenak ummat. Nasihat itu juga adalah selimut dan pakaian bagi saudaranya, melindungi jiwa dan raga. Nasihat adalah indikator sehatnya iman dari jiwa yang menerangi dan cita – cita yang menyala. Nasihat itu juga adalah puncaknya harapan bagi sang perindu harapan. Nasihat itu adalah rambu – rambu perjalanan menuju tujuan, karena rangkaian nasihat adalah perjalanan panjang adalah istiqomah. Nasihat adalah juga kehangatan ukhuwah yang mendalam, sedalam samudra. Nasihat adalah ruang refleksi tisqoh yang terang, saling menerangi karena saling memahami.Dan sebab nasihat itu juga adalah simpul kebersamaan, kebersamaan untuk hidup di kehidupan akhir yang abadi adalah SYURGA. Bersyukur dan beruntunglah yang mendapatkan nasihat. Sebab hari – hari tanpa nasihat adalah langkah kemunduran dan bagi da’wah adalah awal kematian.(Izz@m 26102008; Pesan Sederhana;Kost Onan Said)

NB : Jazakillah buat ukhti yang memberi nasehat, karena memang nasihat takkan pernah habis termakan waktu...”Membuat saudara kita untuk tak berburuk sangka adalah sebuah kebaikan” .

No comments: