Wednesday, July 29, 2009

SOUVENIR SEDERHANA (8)


Don’t be afraid : dijalan da’wah aku (akan) menikah!!
“Subhanallah.... kata itu yang selalu mengiringi hapalan saya setelah pertanyaan syukur“ Fabiayyialaa irrobbikuma tukadzibaan..., Alhamdulillah ya Robbi”. Kalimat yang terlontar di antara momentum tiap tahap perjalanan hidup saya di beberapa akhir bulan ini. Betapa tidak, beberapa hitungan hari lagi saya insya Allah akan mengikuti dan menyusul keberhasilan beberapa teman saya yang sukses menggenapkan agamanya sekaligus menggenapkan titel keprofesiannya....SEMPURNA!! seperti ukhti Melly, Mba Amellia, Siti Saodah dan ibu Dea yang beberapa dari mereka telah ‘sukses’ terhamili secara sah oleh suami – suaminya... ^_^ Piss ya bu.

Kita perlu mengacungkan jempol buat mereka semua, termasuk saya....saluuut!!. apalagi seperti Ibu Dea dan ukhti Melly yang mengambil jalan dan keputusan itu di usia sangat muda, usia yang sangat produktif untuk melakukan banyak hal. Hal ini juga yang meyakini saya bahwa kecintaan perlu memutuskan, perlu mengambil jalan dan arah perkembangan cinta itu kemana harus diteruskan, kemana harus dibawa, dan ditanam ditanah mana ia (cinta) akan dapat tumbuh sempurna.

Akhirnya masa itu pasti akan datang juga, disaat waktu yang tepat dan insya Allah dengan orang yang tepat pula. Allah telah membuka rahasia terbesar kehidupan apabila hambanya telah siap menerimanya. Termasuk beberapa rahasia besar kehidupan manusia setelah rahasia awal hidup, rezeki dan kematian, yaitu Jodoh atau pasangan hidup...subhanallah, ini nikmat terbesar yang lebih besar dari semesta raya ini saat pintu rahasia itupun terbuka. Tak sanggup rasanya hati ini menampungnya.
Dia datang dan di datangkan oleh Allah saat kita sudah benar – benar membutuhkan akan hal itu. Yang jauh maka Allah akan dekatkan, jadi gak usah pake konspirasi didekat-dekatkan dengan aktifitas – aktifitas yang gak syar’i (like pacaran). Yang sulit maka Allah akan mudahkan, jadi jangan merasa sulit dan malah jadi sesulit gak bertanggung jawab. Yang belum mampu maka Allah akan mampukan, jadi jangan coba – coba merasa gak dimampu – mampukan apalagi ditunda – tunda karena itu kufur nikmat namanya teman. Biarkanlah takdir itu melakukan mekanisme-Nya, sebab akan ada sejuta alasan dan cara Allah akan menyatukan kedua insan saat takdirnya tiba, dengan cara apapun!!. Begitupun tentang takdir perpisahan atau kehilangan, maka akan ada sejuta alasan dan cara pula jika Allah akan memisahkan kedua insan tersebut, dan takkan ada mahluk apapun yang berkuasa di alam semesta ini mampu menghalanginya. Jadi ini hanya sebuah bab cerita besarnya keyakinan dihati yang menghujam dengan daya kerja otak yang cerdas dan karya amal – amal optimal yang terus terjaga kebarokahannya.
Menikah Lintas Provinsi dan Budaya

Mungkin kisah proses saya tidak “sebaik” dan se-umum teman – teman dalam menggenapkan ad-diin ini, prosesnya yang sangat singkat sekali, gak mau kalah sama pos kilat-nya Pos Indonesia atau Tikki. Saya pun tak mampu membayangkan keajaiban dari keberkahan ini. Kalau bukan karena campur tangan Allah yang sangat besar dalam proses ini mungkin tidak akan terjadi. Tepat 16 Mei 2009 setelah beberapa minggu hasil ta’aruf, saya mengkhitbah seorang akhwat bernama Winda Apriyanti bukan karena emosi atau nafsu sesaat ini pilihan cinta, ia tinggal di daerah yang masih sangat asing bagi telinga saya: Bengkulu nun jauh di Sumatra sana. Ia seorang da’i-ah yang menurut saya sangat berupaya ikhlas terhadap da’wah-nya, sederhana&meneduhkan (emangnya pohon akhi.. ^_^), lulusan Universitas Gajah Mada di Yogyakarta...jangan bilang – bilang ya teman kalau beliau sedikit saya puji ditulisan ini, bahaya! ^_^ (jangan ge-er ya ukhti^_^piss).

Ta’aruf dan khitbah terjadi bertepatan dengan masa sibuk kuliah apoteker saya. Terlebih saat khitbah, karena tepat bulan itu saya masih PKPA industri di LAFI-AD Bandung, jadi agenda pulang balik Bandung – Bekasi menjadi sering dan kok terasa dekat, juga bersemangat ya^_^, walaupun saat itu penyakit DBD melanda saya dan Ujian kompre tulis sangat menghantui menuntut konsentrasi yang lebih. Hanya kata ikhlas yang mampu menggerakan kekuatan dan percepatan proses itu.

Hasil syuro kemarin saat khitbah akhirnya menetapkan tanggal 8 agustus 2009 di Bengkulu nanti insya Allah saya akan memproklamirkan diri merubah status single menjadi double melalui akad (perjanjian besar), dengan mahar sederhana sebuah Al qur’an orisinil dari negri Mesir, seperangkat perhiasan semampu-nya dan sebuah hapalan surat Ar Rohman: surat terfavorit calon istri saya katanya, ia sangat menyukai arti dan makna deretan tiap ayat surat tersebut...Demi sang calon pacar, bismillah saja akhi!. Mohon do’anya ya teman untuk kelancarannya.Tanggal 9 Agustus baru acara resepsi-nya digedung Taman Budaya Bengkulu.

Hingga sampai tahap akhir ini bukan perkara yang mudah dengan kondisi saya yang masih kuliah, belum berpenghasilan tetap dan keluarga yang baru tiga bulan sebelumnya menikahkan adik saya tercinta. Keyakinan pada Allah yang besar dan saling menyakinkan antara saya dan ukhti yang ikhlas da’wah-nya itu tentang keikhlasan, kebarokahan dan orientasi untuk da’wah turut menguatkan bahwa itu adalah pondasi yang terkuat yang pernah hadir, sebab ia bisa sekuat gunung sebagai pondasi pasak bumi ini, dan bisa juga selemah, sangat lemah, bagai bulu – bulu halus yang berterbangan tertiup angin saat semuanya tak murni terkotori.

Kilas balik sejenak: siapa yang akan menyangka jika akhir penantian saya berakhir dengan akhwat yang sama sekali sangat tidak saya kenal, bukan hanya orang-nya tetapi tempat tinggal dan domisili kuliah-nya. Seribu tanya bukan hanya pada saya sendiri, keluarga saya pun pasti akan banyak menanyakan-nya lebih tentang keyakinan saya ini, begitulah saat sisi rasionlitas hadir dan cukup menggoda. Biodata yang terkirim via email dari pemimbing menjadi semburat misteri hingga akhirnya sampai hinggap di email saya, antara keraguan dan keyakinan meminta tanya sempat terlintas..”jika proses ini dilanjutkan apakah cukup memungkinkan dengan kondisi saya yang masih sibuk kuliah yang juga masih cukup menyedot dana IMF (infak mother&Father) untuk pergi lintas provinsi hanya sekedar untuk ta’aruf tatap muka?...huffhfff” toh tidak ada kepastian juga, bahwa saya akan diterima setelah ta’aruf nanti kesana, dalam istilah Quis-nya masih perlu tools bantuan fifty-fifty... ^_^,yuu mari korban quis!. Apalagi yang diandalkan kalau bukan shalat dan do’a senjata ampuhnya kaum muslimin(semoga bukan saat terdesak saja)!!Estafet demi estafet istiqorah terus digelorakan hingga membuahkan keyakinan, dan rangkaian do’a – do’a terus dihajatkan agar membuahkan kemudahan. Permohonan do’a saya cukup sederhana saat fase ta’aruf biodata itu “Ya Allah, hadirkanlah cinta pada hati ini dan hadirkan rasa cinta pada keluarga kami berdua agar cinta kami dapat berpadu...amiin”.Dalam hening dalam kesunyian, karena cinta harus untuk diupayakan dan dimohonkan sebab hati dan rasa (feel) itu hanya milik Allah, Ia pun yang Maha Berkehendak mutlak mengendalikannya.

Kunfayaakun, bukan bimsalabim...insya Allah benar!!, keikhlasan adalah jalan bebas hambatan dimana pemakainya berjalan tanpa macet oleh kemacetan dunia atau akhirat, tapi memang harga tarif masuk tol-nya berbayar (perjuangan&kesungguhan), semua pasti ada harga-nya teman! Termasuk harga keyakinan kita, bahkan ini yang sangat besar nilainya dimata Allah. Kabar gembira dari buah keyakinan itupun hadir via sms dari pembimbing halaqoh menjelang agenda PKPA saya di Bandung, bahwa akhwat yang ikhlas da’wah-nya ini bersedia datang ke Jakarta untuk ta’aruf tatap muka dengan saya...subhanallah ya ukhti!! dalam getar – getar dawai hati ini bergumam.

Ta’aruf.....ya ta’aruf, ya tatap muka. Tahap memastikan, tahap memastikan cinta berdua, dengarkanlah cara ia berbicara, renungkanlah pola alunan bicara dan suara hatinya, pastikanlah raut – raut wajah-nya yang memancarkan keimanan dan keyakinan pada kerangka cinta misi-jiwa, yang awal – awalnya mungkin hanya dugaan dan prasangka saja. Sekarang ia hadir dihadapan saya, dia hidup, dia bertanya dan dia pun menjawab. Ia tersenyum dan dia tetap menjaga hijab-nya, ia pun juga memastikan itu...memastikan kecenderungan dan dugaan - dugaan cintanya. Hanya satu jam kira – kira, satu jam tidak lebih. Kita saling bertanya dengan tiga termin: tentang saya-dia (personal), tentang keluarga dan membangun keluarga da’wah, dan terakhir tentang komitmen terhadap da’wah. Sungguh singkat dan ajaib menurut saya, karena itu adalah pertemuan pertama saya, dan selanjutnya untuk pertemuan kedua adalah langsung saat agenda khitbah, agenda yang mempertemukan kami dan antar kedua keluarga, bahkan saya kadang masih rada linglung belum mengenal dengan pasti calon istri saya apabila beliau menyatu diantara kerumunan anggota keluarganya saat itu^_^. Ajaib tapi bukan mistis, Jadi tanpa ada agenda umum pertemuan perkenalan tatap muka antara saya dengan orang tuanya, atau bahkan orang tua saya dengan ukhti yang ikhlas da’wahnya ini. Mereka (ortu) mengenal masing - masing kami dari biodata dan kestiqohan pilihan kami..subhanallah, shortcut!!, memotong waktu yang ada, hampir saya sendiri tak percaya, masih ada ya Allah orangtua seperti itu di jaman ini^_^.

Believed or not!! tapi don’t be afraid, sebab jika anda tak percaya segera saja buktikan sendiri teman....berani!!!.Menanti pertemuan ketiga sepertinya pasti akan lebih seru, sangat berkesan dan pasti saya akan dibuatnya grogi berat, teman. Pertemuan nanti yang insya Allah di Bengkulu 8 Agustus 2009 di saat saya sudah berhak sah memegang erat tangan dan mencium keningnya tanda cinta Allah bahwa telah menikahkan hati kami, setelah saat indah ayat – ayat cinta Ar-rahman itu rampung saya lantunkan, biarlah malaikat dan bidadari surga cemburu....ya Allah, seakan seperti mimpi, mimpi dari jiwa yang menerangi dan cita – cita yang menyala, mimpi yang terus terbuai bunga – bunga mimpi oleh lantunan salah satu kutipan ayat cinta itu Hal jazaa’ul ihsaani ilal ihsaan..dan bunga - bunga mimpi inilah yang membuat saya tak mau untuk terbangun segera.....^_^
(Izzam, 28072009 my Room; Ya Allah ridhoilah dan mudahkanlah jalan kami)

No comments: