Pesanan dari sehabat kebaikan!!semoga royalti pahala terus bergulir. Idea judul tulisan yang kemudian mengispirasi saya untuk menulis. Seperti kata saya, alasan saya menulis hanya dua : pertama karna ada tuntutan kebutuhan, dan kedua biasanya hanya karna ada yang saya ingin disampaikan, selebihnya saya kurang tertarik untuk menulis. Kali ini saya menulis karna menurut saya ini pantas untuk disampaikan dengan deru – deru perlombaan kebaikan teman – teman yang banyak menggenapkan agamanya menjelang ramadhan ini, tapi semoga saya punya konsentrasi kesabaran yang tinggi untuk merampungkannya disela aktifitas saya yang membutuhkan konsentrasi juga : Persiapan mapping BPOM, Finishing rumah baru,...dll. Allahumma amiin.Tetap!!Niat yang ‘LURUS’ dan ‘TERANG’ (Edisi Menikah).
Baarakallah...Panen raya tlah tiba!!
Yang pertama merubah status kita adalah Allah swt, kemudian adalah sosial masyarakat. Hak dan kewajiban pun berubah 180 derajat, begitupun nilai ‘reward’ yang Allah berikan. Banyak amalan - amalan baru yang kemudian terubah menjadi nilai pahala yang berbeda. Saya tidak perlu beri tahu rincian amalan ringan apa yang dulunya saat single tak bernilai akhirnya saat berpasangan menjadi nilai ibadah yang besar. Sangat disayangkan jika tidak diniatkan dengan baik dan benar agar bernilai ibadah.
Setelah menikah seakan kita berpanen raya amal kebaikan setiap saat, setelah terjadi ikatan sakral itu seakan kita memiliki ladang luas dan lumbung amal – amal kebaikan yang tak pernah habis terpanen setiap detik, jam dan waktu. Lumbung amal kebaikan yang juga masih tersisa jika ‘dimakan’ habis pada hari itu juga, lumbung prosfektif yang tesimpan untuk jangka yang sangat panjang (akhirat). Niatlah yang membuka pintu gerbang parade – parade panen raya amal kebaikan tersebut. Maka, pastikanlah NIAT menjadi awal membangun landasan keharmonisan, niat menjadi awal pondasi, niat menjadi sari eksistensi da’wah bina usrah ini. Jadikanlah niat menjadi hal yang ‘sakral’ sebelum memandang, menilai dan melakukan sesuatu untuk pasangan kita.
Tantangan niat
Variabel kehidupan kita setelah menikah akan bertambah, ada istri dgn paket sejarah kehidupan sosialnya, anak, orang tua istri dan runtutan keluarganya. Saat itulah niat akan berhadapan langsung dengan lebih banyak variabel kepetingan, variabel hak dan kewajiban yang menyertainya. Uniknya variabel itu karna terikat dalam ikatan tali kasih sayang yang kuat, dan inilah nikmat sekaligus ujian tersulitnya. Kebenaran dan keteguhan niatlah yang akan menentukan lurus jalan- jalannya. Niat yang TERANG-lah yang akan menerangi untuk mudah memilah – milah solusi tarikan variabel itu. Niat, kemana engkau akan pergi?.Niat selalu memandang&berjalan lebih dulu ke depan lebih jauh, dan yang kemudian mengikutinya adalah amal – amal kita, dan niat juga kadang berada dibelakang kita; mendorong untuk memastikan kita berjalan untuk lebih cepat dan pada jalurnya menuju yang dituju (target inti niat itu). Jadi sekali lagi, kemana engkau akan pergi istri ku bersama niat itu?.Pergilah bersama niat yang hanya ‘LURUS’ dan ‘TERANG’ seharusnya!!
Note : Afwan, Insya Allah akan dilanjutankan (masih dalam editing)....yang ke-2 dengan judul “Bulan Madu Kita”, Ke-3 “Program kerja keluarga: Dear, yuk membangun SISTEM!!” dan ke-4 “ Kita Tinggal Dimana ya Akhi?”...Bismillah.
(Izz@M ; MyDesk 9300; 20072010)
No comments:
Post a Comment