Saat kita tak mampu memberi (langsung)Semua orang pasti akan mengalami kejadian ini, dimana saat pemberian kita terlihat kurang layak secara jumlah dan kualitas, saat pemberian kita terbatas pada ruang dan waktu, atau mungkin saat pemberian kita kurang bisa diterima secara makna pada saat itu. Yang jelas semua pemberi sejati juga mengalami keterbatasan itu sehingga seperti kurang dan bahkan serasa tidak layak jika diberikan secara langsung.
Ada sebagian orang keinginan memberinya dan kejujuran akan realitasnya membuncah, hingga tak ada kamus baginya pemberian tak langsung itu. Apapun yang dimiliki, saat keadan psikologisnya terinpuls, maka saat itulah ia keluarkan apapun yang ia punya, dan apapun adanya dengan kejujuran yang realitis.
Bagi sebagian orang ada yang ‘menabung’ jumlah dan kualitas yang akan diberi agar jumlah dan kualitasnya cukup layak untuk diberikan....entah sampai kapan?. Ada sebagian orang yang sudah memiliki itu semua (jumlah dan kualitas) tapi tetap tak mampu memberi secara langsung karna keterbatasan pada waktu, ruang dan keadaan, dan saat itulah mereka tetap harus ‘menabung’ waktu dan keadaan, agar mendapatkan kadar waktu dan keadaan mencapai momentum tepat yang diinginkan untuk melaksanakan niat memberinya itu. Adakah yang dapat memberikan semuanya secara sempurna?
Bagaimana jika pemberian itu terlalu besar secara jumlah, kualitas, waktu dan keadaan yang tak mungkin dapat dipenuhi manusia secara tak langsung juga. Pemberi sejati faham sekali akan kapasitas dirinya, tapi jangan salah ia pun akan tetap mampu memberi, dan bahkan bisa lebih banyak dari yang ia inginkan untuk memberi. Sederhana saja caranya: Memintalah sebelum memberi. Pelajaran pokok dan sederhana bagi pemberi sejati: Memintalah pada Maha Pemberi apapun yang akan kau beri (Allah menyukai Hambanya yang suka berdo’a) kemudian lihat dan rasakanlah Sang Maha Pemberi melakukan mekanisme-Nya memberi, dengan berbagai Cara-Nya. Allah Maha Kaya pemilik apapun di alam semesta ini, dan terjawablah sudah apa yang akan kita lakukan saat kita tak mampu memberi secara langsung karna keterbatasan permanen itu......maka dimulailah dengan memberi seperti keinginan memberi saya ini: Berdo’alah“Rabbanaa hablana min ajjwazina wa dzhurriyatina qurrota’ayun, wa ja’alna lil muttaqqina imamaa” (Izz@m; 12092010)
"Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai" (HR Abu Dawud)
No comments:
Post a Comment