Monday, November 08, 2010

SEJENAK BERSAMA AL QUR’AN (2)

Disiplin Lalai (Kuantitas Membaca)
Masih terus terngiang saja dalam ingatan, sebuah ucapan kalimat singkat saudara saya Akh Fikri waktu sesi diskusi pada sebuah forum Lingkaran Sederhana sore itu. Hadiah sebuah kalimat sederhana tausiyah ustad yang didapatkan pada sebuah Mabit (Kader) di Masjid ARH UI Salemba. Saat tausiyah itu disampaikan kembali di forum, saya pun tertunduk sejenak...dan ternyata bukan saya saja sendiri yang tertunduk...“Jangan mengaku seorang Penyeru (Da’i) jika tiap malamnya lalai dalam qiyamullail walaupun hanya untjavascript:void(0)uk dua raka’at saja”, ZzeeeeeBbb....seakan jantung saya tertusuk panah sangat dalam dan berhenti sejenak beberapa detik... sejenak sadar bahwa kedisplinan lalai kita lebih tinggi dari pada kedisiplinan taat kita.

Dan ternyata kalimat tausiyah itu tertoreh juga pada sebuah buku At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, yang ditulis sebagai hujjah seorang mukmin yang memiliki komitmen tinggi untuk mempelajari dan berinteraksi dengan Al qur’an, yang saat ini coba saya rampungkan baca sebagai tambahan wawasan kuliah tahsin saya, beginilah kalimat hadistnya “Barangsiapa sembahyang malam dan membaca sepuluh ayat, dia tidak ditulis (dimasukkan) kedalam golongan orang yang lalai. Barangsiapa yang sembahyang dengan membaca seratus ayat, dia ditulis dalam golongan orang yang taat. Dan barangsiapa yang sembahyang membaca seribu ayat, dia ditulis ke dalam golongan orang yang berlaku adil” (Riwayat Abu Dawud dan lainnya). Ternyata kuantitas membaca dan hapalan Al qur’an kita akhirnya berbicara banyak tentang karakter pribadi kita, jadi pertanyaan besarnya : Akan ditulis dalam golongan apa saya malam ini?? (Izzatulgumam; 07112010, Menjelang tengah malam)

No comments: