
Memaknai lewatlah sini!
Melewati ini, Jalan ini&menJalani pilihan ini. Memaknainya didalam lorong bawah tanah gelap terbatas hanya dgn lentera keikhlasan dan kokohnya lapisan kesabaran, kadang kau hanya akan meraba, terjatuh dalam banyak lubang – lubang pertanyaan, bertanya – tanya hanya tentang sekedar kapan waktunya jawaban permasalahan isti’jal selesai semuanya terjawab, untuk tetap bertahan, tetap tenang berjalan dan tapi tenanglah pasti kau akan menuju cahaya dilorong terakhir dari jawaban rangkaian fiqh fadilah kebijakan, karena yang perlu kau kenal sekarang hanya cerita – cerita goresan fikir dan karnaval- karnaval jiwanya saja. Hanya itu, cukup itu tapi seterjaga itu.Tebal buku sejarah umatpun hanya mencatat itu “jiwa yang menerangi dan cita – cita yang menyala”, jadi hanya jiwa-jiwanya saja, bisa jadi mungkin aku, kamu dan merekalah tokoh utamanya. Semoga riaknya tak semakin menunjukkan kedangkalannya, tapi tenangnyapun tak boleh menyampaikan kedalamannya yang terlalu karena kita “merasa” ikhlas sedang benar, sebab “merasa” itulah masalahnya.Jadi jika itu masalahnya maka yang lebih penting lagi adalah nasihatnya. Kaupun juga benar, tetap harapan kebarokahan jalan ini tak boleh luntur oleh apapun apalagi oleh deterjennya sendiri karena rendaman “merasa” terlalu lama tersembunyi dalam wilayah yang paling aman di hati kita. Seperti kata mu “bersama belajar mencari yang terbaik hanya dengan jalan terbaik dan niat terbaik”.
No comments:
Post a Comment