Monday, April 28, 2008

ONAN SAID - KOST (Welocome to Tarbiyah)

Genap hampir 3 tahun aku menghuni kost ini, sungguh nyaman sekali tinggal di kost, mungkin karena settingan mirip dengan settingan keadaan villa puncak, lengkap dengan lapangan rumput footsal, kebun dan kolam ikan yang cukup menyejukkan pandangan. Nyaman untuk belajar, fresh untuk olah raga dan cukup kondusif bila ingin melakukan kontemplasi. Lain dari itu semua yang membuatku betah hingga kini adalah makanan masakan warung “mae” penjaga kost yang hampir mirip dengan masakan ibu dirumah, bahkan jika lapar mendadak kita tak harus keluar kost, cukup menelpon atau SMS saja, dan hilanglah dalam sekejap lapar yang menghantui ku di kala qiyamullail dengan layanan antar, warkop Onan Said online 24 jam.

Onan Said kost merupakan basecamp kami dengan berbagai ‘fikrah kampus’ yang berbeda, semua yang berkumpul dikost ini berasal dari ‘fikrah’ alumni D3 UI, Poltek Farmasi Depkes, Hangtuah, AKA Bogor yang melanjutkan ke ekstensi UI dan kadang kedatangan juga tamu lain yang mengaku member Onan Said sejati insidensial yang sudah pada berkerja untuk menginap hanya sekedar untuk memendam rindu, sharring, membunuh sepi dari kejombloan (mirip-mirip ikhwan atau memang pada kagak laku..:D) dan ada beberapa untuk kepentingan ‘bisnis’, oleh sebab itu jangan kaget jika malam sabtu dan malam ahad kapasitas dua kamar yang ada overload (ane tidur dimana nih akhi?..he3x)…open house. ya, itulah indahnya ukhuwah dalam hati yang selalu ingin bersilahturahmi.

Dari setiap hari selalu saja ada keadaan istimewa bagi insan yang selalu bersyukur, ternyata benar sari hikmah hanya mampu bercerita dengan kumulasi hari – hari istimewa sebelumnya yang terpadatkan, terperas dan terfermentasi oleh tekanan amal kebaikan dari tiap penghuninya, maka sewaktu - waktu tertentu itulah akan keluar tetesan sarinya...sedikit – demi sedikit tapi pasti. Terkadang perlu momentum, adakalanya juga berjalan alamiyah.

Inilah sari hari istimewa itu, semua menunggu dan semua menantikannya. Agenda yang merupakan idea besitan yang lebih lama dari masa kuliah ku di Farmasi UI. Tak hanya aku saja yang bersiap, semuapun berusaha bersiap mengambil bagian untuk agenda ini: halaqoh (LQ) perdana Onan Said kost. Aku yang mengkoordinasi peserta dan membeli makanan kecil, akh Firman menghubungi ustadz, selebihnya akh Amat yang bersih – bersih menyiapkan kamar kost yang akan dipakai untuk kumpul yang kebetulan sedang tidak ada jadwal nge-lab, maklum! dan hikmahnya, kost yang biasa hari – harinya seperti kapal pecah menjadi lebih ‘agak’ sedikit rapilah, apalagi keadaan tempat tidur ku yang sangat parah tak layak disebut tempat tidur coz hampir sebagian kasur terisi oleh buku – buku Islam dan buku lain berserakan karena sering ketiduran saat membacanya.

Menurutku sungguh beruntung teman – teman berhalaqoh kali ini dan memang seharusnya muslim selalu mendapatkan keberuntungan, bukan?. Sangat jarang jika pertama halaqoh langsung mendapatkan murrobbi seorang ustadz lulusan LIPIA yang cukup baik ilmu dan pengalamannya dalam berislam. Halaqoh yang dipimpin oleh seorang ustadz salah satu pendiri Tarbiyah Center (Depok), beliau juga salah satu pengisi rubrik ‘Tanya Jawab Seputar Islam’ di majalah Islam Tatsqif.

Ustadz yang ditunggu akhirnya datang pas ba’da isya, beberapa peserta ada yang belum hadir, terlebih memang ketidak hadiran masih dalam alasan syar’i. Akh Ben dengan meninggal neneknya (innalillahi wainnailaihi roji’un); semoga Allah memberikan kekuatan kesabaran bagi yang ditinggalkan, akhi mozaik yang ketika dihubungi masih lembur di kantor; semoga aktifitasnya mendapatkan berkah yang melimpah, amin. Entahlah apa yang dibenak ustadz kali ini, saat setelah perkenalan beliau memberitahukan statusnya dengan kami dan mengetahui keadaan (umur) kami jadi menyerempet – nyerempet tema bab mencari jodoh dan menikah…..whats wrong?, maksud awal pertemuan sebenarnya yang tadi hanya perkenalan, sherring metodologi dan mengatur kepastian jadwal selanjutnya, eeeeh, malah jadi menyerempet jauh ke bab ini…rawan, sensitive, senyum dikulum dan memang agak tersinggung oleh umur semuanya, semoga sadar dan menyadarinya.

Sedikit banyak ada beberapa hal baru yang dikupas oleh ustadz dalam bab itu, antara lain : mengenai alasan menikah yang harus baik niatnya, tentang apa itu taaruf yang ternyata budaya jawa juga melakukan hal yang sama, membedakan antara tergesa – gesa dan menyegerakan bagi teman – teman yang akan menikah di bawah umur standar sunnah, urgensi 100% keyakinan dan azzam dalam menentukkan keputusan menikah, atau tentang kenapa harus tidak boleh terlalu lama antara proses taaruf dan khitbah yang hikmahnya semakin lama akan semakin timbul banyak keraguan dan kemaksiatan, membahas juga tentang bahayanya menikah di atas batas umur standar sunnah, kenapa?sebab semakin bertambah umur diatas batas standar akan semakin banyak pertimbangan dalam memilih calon dan semakin pula lah sulit untuk menikah, dan terakhir yang sungguh menjadi renungan bersama adalah tentang hasil research seorang ustadz mengenai 2 kemungkinan yang terjadi jika pada umur 25 keatas sulit belum menikah selain pertimbangan lain diatas:

1. Tidak normal ( tidak seimbang)

Ya, sayap – sayap yang hanya sebelah, kaki – kaki yang kokoh tapi pincang dan ruh yang kuat tapi tidak ‘lembut/halus’.

2. Suka dan lebih mudah melakukan banyak maksiat.

Ini Depok bung!! Mirip mirip prilaku wanitanya sama dengan Jakarta,….wah sereem. Sulitnya menjaga pandangan, diri dan hati.

Materi awalan yang cukup mengena walau hanya awalan saja, semoga hingga proses terus berlanjut menjadi buah – buah bekal tersendiri menapaki jenak – jenak Tarbiyah dibenak ‘member Onand Said kost’…Tak ada kebaikan dan kebathilan yang tanpa rintangan, masalahnya sederhana, saat Allah sedang menguatkan kita dalam kebaikan apakah hal itu akan kita sia – siakan atau kita optimalkan dengan baik? Sesungguhnya akhir lebih baik dari pada awal. Dan siapakah yang dapat menebak dan menjamin apakah kita masih hidup esok, lusa atau bahkan hari dan jam ini?Keep Istiqomah akhi.wallahu’alam

(Izzatulgumam;270408 Bekasi;my room).

No comments: